Ditulis pada tanggal 14 September 2014, oleh admin_fai, pada kategori Berita

 

Sejatinya, perempuan memiliki hak yang sama dengan kaum adam. Terlebih dalam mengemukakan pendapatnya. Jangan hanya karena perempuan, tidak bisa menyuarakan pendapatnya dan hanya berdiam diri menjadi penonton setia. Bisa dibayangkan kalau waktu itu R. A Kartini tidak menyadari dan berani meminta apa yang menjadi haknya. Mungkin perempuan tidak bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi daripada laki-laki dan hanya puas menjadi Ibu Rumah Tangga. Habis Gelap Terbitlah Terang, begitu judul buku yang ditulis oleh R.A Kartini.

Pada hari Senin bertepatan dengan Hari Kartini, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FPIK mengadakan acara bertema “Meningkatkan Kualitas Wanita dengan Kreativitas” dilaksanakan di lapangan basket FPIK. Bermacam lomba seperti Miss Kartini, Speech contest dan solo song menjadi perhatian seluruh warga FPIK. Dimana setiap prodi mengirimkan delegasi terbaiknya. Panitia yang ditemui, Dico Oktovian mengemukakan tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk mengekspos bakat-bakat mahasiswi yang selama ini belum tereksplor. Dengan harapan mahasiswi lebih kreatif, lebih berani dalam mengembangkan bakatnya untuk membanggakan FPIK baik internal maupun eksternal. Acara ini mendapat sambutan yang baik dari Pembantu Dekan 3, Bapak Abdur Rahem Faqih.

Patut diacungi jempol, delegasi dari BP mendapat juara yang semuanya membanggakan. Retno Wulandari (BP’12) yang mendapat juara pertama dalam speech contest dengan mengusung tema Perempuan dan Pemimpin, Ike Buana (BP’11) menempati posisi runner up dalam solo song, dan di puncak acara, Nurviana Wulandari (BP’12) menjadi Miss Kartini Favorit. Selamat kepada delegasi BP, semoga bakat yang dimiliki lebih tereksplor lagi dan bisa membanggakan FPIK khususnya BP di kancah yang leboih tinggi.

Print Friendly, PDF & Email